Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juli 2013

Aku, Kamu, Kita

Aku dan kamu
bukanlah sepasang padi dan gulma
Kita
hanya sepasang kecambah
Berdiri beriringan
Tegak mencari sinar matahari
Menebarkan serabut-serabut akar
mencari butir-butir air
Tumbuh bersama
menuju satu titik
yang kita sebut
DEWASA

Selasa, 04 Desember 2012

Rindu yang Menderas

Kau tahu aku rindu
Aku tahu kau lebih rindu

Rindu kita berbeda
Rinduku seperti rinai hujan
menitik, menderas, lalu reda
Rindumu seperti sinar matahari
meski kadang tertutup gelap, sesungguhnya rindumu tetap ada
kau hanya menyimpannya
agar rindu itu tak menyilaukanku

Dulu, katamu aku boleh pulang ketika hari rembang petang
Kini, hari belum lagi petang
Tapi, rindu ini telah menderas
sederas hujan di bulan Desember
dan aku takut rindu ini akan segera mereda
hingga aku lupa pada rinduku sendiri
bahkan, mungkin lupa padamu

Rindu yang menderas ini
sungguh membuatku ingin menjadi air
lalu menguap
naik ke atas
terus ke atas
mengembun
menjadi awan
lalu terbang ke atas rumahmu
menjadi hujan
dan perlahan menitik padamu
Entah di mana aku akan menitik
Di rambutmu yang memutih kah?
Di kulit tanganmu yang kian keriput kah?
Ah, lebih baik aku menitik di hatimu
bersembunyi di sana
dan tak pernah pergi lagi
bolehkah?


Senin, 22 Agustus 2011

Pagi

Pagi..
Jangan dulu beranjak
Aku masih ingin terlelap

Matahari..
Simpan dulu terikmu
Aku masih belum berani keluar sarang
Biarlah tetap gelap
agar aku punya alasan
tetap di dalam sarang

Pagi..
Tetaplah di sini
dengan sejukmu
dengan sepimu
dengan damaimu

*edisi malas berangkat ke kantor*

Sabtu, 20 Agustus 2011

Sederhana

Aku mengharapkanmu
dengan pengharapan yang paling sederhana
harapan tentang sepasang mata yang teduh
yang seakan berkata, "Semua akan baik-baik saja.."
harapan tentang telapak tangan
yang menepuk bahuku lembut
yang mengusap kepalaku
harapan tentang seulas senyum
yang menguatkan hatiku

Aku merindukanmu
dengan kerinduan yang paling sederhana
rindu akan segenggam hati
yang sabar menghadapi kekuranganku
segenggam hati
yang selalu terbuka menyambutku

Aku mengharapkanmu dan merindukanmu
dengan pengharapan dan kerinduan paling sederhana
Namun, yang sederhana pun tak bisa kudapatkan

Sabtu, 30 Juli 2011

Lupa Judulnya

Ini puisi (sepertinya puisi terakhir) yang pernah ku-post di blog-ku di Friendster. Berhubung blog itu sudah raib, lebih baik kudokumentasikan di sini saja.

Aku kerap bertanya, "Tuhan, kenapa Engkau kirimkan aku ke tanah ini?"
Semula aku menduga, aku dikirim ke sini untuk sekeping hati yang menantiku
Semula aku menduga, di sini aku akan bertemu pangeran belahan jiwa
Kupikir, itulah jawaban-Nya

Aku seperti burung rantau yang diajak membuat sarang jauh dari pohon tempatku lahir
Ketika aku telah bersedia mengorbankan hati ini jauh dari ayah bunda
Ketika bunda telah memberi segenap restu terbaiknya
Ketika ayah telah menyerahkan segala keputusan di tanganku
Ternyata...
Sarang itu hanya ilusi
Aku terjatuh dari puncak pohon tertinggi
Sayapku patah
dan ayah bundaku terlalu jauh untuk menolongku

Tuhan,sungguh, aku tak ingin membenci takdir-Mu
Rasa sakit ini, mungkin jawaban dari tanyaku
Mungkin Engkau ingin aku belajar kuat dengan memberiku sakit ini
Mungkin Engkau ingin aku tak mematahkan sayap siapapun
karena aku telah tahu sakitnya ketika patah sayap

Tuhan, kali ini aku tak bertanya lagi "kenapa"
Aku hanya bisa memohon
Sembuhkanlah luka sayapku
Karena Engkau Sebaik-baik Penyembuh
Aaamiiiiiin...

Rabu, 15 Juni 2011

Jangan Menangis

Jangan menangis lagi
Air mata takkan membawa cintamu kembali
Air mata takkan membuatnya mencintaimu

Jangan menangis lagi
Waktu dan doa yang akan menyembuhkan luka hatimu
BUKAN AIR MATA

Lepaskanlah ia
Bukan, bukan berarti kau menyerah
Tapi, apa gunanya mengulurkan tangan pada seseorang yang takkan menyambutnya

Lupakan CINTA-mu
Kejarlah CITA-mu
Berlarilah, terbanglah mengejar mimpimu

Mungkin kini kau bukanlah bidadarinya
Tapi, kau pasti bisa jadi bidadari untuk dirimu sendiri
Bahagiakanlah dirimu
Tak perlu menunggu orang yang kaucintai membahagiakanmu
KAU PASTI BISA!!!