Rabu, 20 Oktober 2021

Cuma Ingin Mengomel tentang Sheet Mask

Hari ini aku iseng memakai sheet mask. Tumben! Iya. Ini adalah kejadian yang hanya terjadi beberapa kali dalam setahun. Sewaktu belanja beberapa hari yang lalu, aku iseng membeli sheet mask, dan hari ini aku iseng memakainya. Ternyata kejadian yang pernah kualami dulu terulang kembali. Apa itu? Sheet mask-nya tidak pas di wajah. Aku curiga sheet mask itu hanya diproduksi untuk orang-orang berwajah kecil dan tirus, mata kecil, dengan jarak mata kanan dan kiri yang sangat dekat. Tidak cocok untuk orang berwajah lebar sepertiku. Saat aku mencoba menekan masker di bagian hidung agar lebih menempel, otomatis sisi kiri dan kanan akan tertarik. Posisi lubang masker untuk mata pun jadi sangat mepet dengan ujung luar mataku. Mata kananku agak perih. Sepertinya terkena cairan maskernya kan jadi agak perih. Yang harusnya memakai masker selama 10-20 menit jadi cuma 5 menit. Takut makin perih.

Sepertinya aku harus selalu ingat untuk tidak iseng membeli sheet mask. Kalau mau ganjen, beli masker biasa saja yang pakai tube.

Senin, 30 Agustus 2021

Akhirnya Pergi ke Mall

Hari Minggu kemarin aku ke mall. Setelah sekian lama. Terakhir kali aku ke mall sepertinya empat bulan lalu. Setelah itu sepertinya tidak pernah ke tempat perbelanjaan besar lagi. Eh, sepertinya pernah ke Gramedia, sih. Itu dianggap sebesar mall atau tidak, ya? Entah. Yang jelas kemarin aku ke Mall Mangga Dua untuk membeli laptop. Setelah sekian lama menyiksa laptop yang sudah uzur untuk bekerja, beberapa hari yang lalu laptopku mengamuk. Suara kipasnya makin kencang dan meraung-raung seperti suara motor yang di-starter. Ngeri.

Sabtu, 21 Agustus 2021

Menimbun Buku

Sudah hampir tujuh tahun aku tidak membuat tulisan resensi pura-pura di blog ini. Tulisan terakhir dengan label Buku Bacaanku dimuat 19 November 2014. Sudah lama sekaliiii!

Minat bacaku memang sudah menurun drastis. Sepertinya ini dimulai sejak aku mengenal tontonan, entah drama Jepang dan Korea atau serial barat atau film. Sejak aku mengenal situs haram yang membagikan berbagai macam drama, waktu luangku yang biasanya kuisi dengan membaca novel berubah menjadi waktu menonton film dan drama atau serial. Aku yang biasanya bisa menamatkan satu novel dalam sekali duduk, jadi tak kunjung selesai membaca satu buku. Padahal bukunya tidak tebal. Sepertinya aku hanya bisa menamatkan satu buku dalam beberapa bulan. Buku-buku yang ada di kos pun terlantar sampai berdebu.

Sabtu, 31 Juli 2021

Pilih Drama/Serial Mana?

Sepertinya aku sudah pernah menyebutkan kalau aku gemar menonton, entah itu film, drama Jepang, drama Korea, drama China, serial barat, anime, acara ragam, semua kutonton. Namun, ada satu yang sudah lama sekali tidak kutonton: sinetron. Sejak masuk kuliah sampai belasan tahun kemudian aku tidak lagi mengikuti sinetron. Paling menonton sekilas kalau sedang pulang kampung. Karena sering menonton drama Jepang dan Korea, aku jadi kurang tertarik menonton sinetron. Alasannya? Karena tidak mendidik? Jalan ceritanya tidak masuk akal? Aktingnya jelek? Bukan itu semua. Alasan utamaku tidak tertarik menonton sinetron adalah aku tidak tahu kapan sinetron itu akan tamat. Aku bahkan tidak yakin kalau produsernya berniat untuk menamatkan sinetron yang sedang digarapnya. Pernah suatu kali ada sinetron Ramadan (yang harusnya cuma tayang selama bulan Ramadan) yang masih belum tamat sampai Idulfitri. Bahkan, kalau tidak salah masih belum tamat sampai Iduladha. Kan wagu.

Rabu, 28 Juli 2021

Sandal Betat

Ana kabar penting: sandal jepite nyong betat. Dudu sandal sing nggo lunga-lunga, sih. Sing betat sandal sing bisa dinggo maring kolah. Pertama tah mung pada nglothok tok. Laka tanda-tanda pan betat. Eh, ujug-ujug wingi pas pan dinggo malah betat. Betate sing ora bisa didandani nganggo temitih. Yen kaya sandal swallow kan biasane mung ucul atau tugel cangkolan sing nang ngisor dadine bisa didandani nganggo temitih. Sandale nyong tah tugel gel.


Padahal sandale enak dinggo. Ora lunyu. Yen nganggo kuwe kayong ora kuatir keplarak. Tapi ya pimen maning. Wis betat dadine ora bisa dinggo maning. Padahal kayane durung ana telung taun dinggone. Eh, apa wis telung taun yah? Saiki sandal sing biasane dinggo nggo metu-metu tak nggo maring kolah. Gemiyen rada lunyu dadine nyong rada wedi nganggo pas udan. Bara-bara saiki wis ora patia lunyu, dadine dinggo maring kolah ya ora kuatir. Wis sering kena sikile nyong ndean yah dadine melu-melu kasar kaya tlapakane nyong.

Saiki nyong dadi mikir, sandal, akale sing betat mung siji, sing tengen contone, sing kiwa ya dadi melu-melu ora bisa dinggo, ya. Kudu waras loro-lorone, kiwa tengen. Yen diumpamakna kaya apa, yah? Mbuh, ora kaya apa-apa, lah. Sungkan mikir.

Selasa, 27 Juli 2021

Terdengar Lokal Ternyata Serapan

Pernahkah tiba-tiba di kepalamu terlintas pertanyaan remeh tapi aneh? Aku sering. Salah satunya tentang kata. Beberapa bulan lalu tiba-tiba saja aku berpikir, "Kata paser itu dari bahasa apa, ya?" Apa itu paser? Aku menyebut jangka (compass) dengan nama paser. Seperti ini bendanya
Gambar pinjam dari wikipedia


Aku tidak ingat siapa yang pertama kali mengajarkan kata itu padaku. Mungkin kakakku. Aku juga tidak ingat apakah teman-temanku menggunakan kata itu. Yang jelas aku merasa kalau tidak banyak orang yang kukenal yang menggunakan kata itu. Lalu terpikir pertanyaan, "Kata paser itu dari bahasa apa?" Entah kenapa aku curiga kalau kata itu dari bahasa asing. Kenapa bukan bahasa Jawa? Padahal yang menggunakan kata itu adalah keluargaku yang jelas-jelas penutur bahasa Jawa. Namun, mengingat banyak kosa kata dalam bahas Jawa yang merupakan serapan dari bahasa asing, aku pun curiga kata itu juga serapan dari bahasa asing. Dan ternyata benar. Kata paser berasal dari bahasa Belanda yaitu dari kata passer yang artinya jangka. Ternyata selama ini aku menggunakan bahasa asing tanpa kusadari!

Kalau dipikir-pikir, kecurigaanku sepertinya disebabkan oleh pengalaman. Banyak kosa kata yang kukira kosa kata dari bahasa daerah rupanya justru kata serapan dari bahasa asing. Dulu aku menyebut bus kecil angkutan umum di kotaku dengan sebutan kol atau elep. Ternyata dua kata itu berasal dari merek colt dan elf. Dulu, sewaktu di Blangpidie, aku mendengar orang menyebut mesin keruk (mini excavator) dengan sebutan beko. Apakah itu dari bahasa Aceh? Bukan saudara-saudara! Itu dari kata backhoe. Seniorku pernah menuliskan beberapa kata yang diserap dari bahasa Belanda, salah satunya adalah blangwir. Aku merasa kata blangwir terdengar sangat Betawi. Eh, rupanya serapan dari kata brandweer, yang merupakan sebutan untuk pemadam kebakaran. Salah satu nama alat transportasi yang menurutku terdengar sangat Jawa, yaitu sepur, ternyata juga serapan. Kata sepur, yang dalam bahasa Jawa berarti kereta api, ternyata berasal dari bahasa Belanda, yaitu dari kata spoor yang artinya lintasan kereta.

Kalau dipikir-pikir (lagi), banyak sekali kosa kata dalam bahasa Indonesia maupun bahasa daerah yang ternyata merupakan kata serapan dari bahasa asing. Seharusnya aku tidak kaget, ya. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia saja serapan dari bahasa Arab dan Portugis, kan?

Sabtu, 27 Maret 2021

Kebanyakan Aplikasi Streaming

Semenjak pandemi ada kebiasaanku yang berubah, yaitu kebiasaan menonton. Dulu, aku bisa menonton drama, film, atau anime di laptop. Setelah beberapa kali digunakan untuk rapat virtual menggunakan zoom, laptopku ngambek. Suaranya jadi seperti suara robot rusak. Akibatnya aku jadi tidak bisa menonton dengan nyaman di laptop. Akhirnya aku beralih menonton lewat ponsel.

Kamis, 31 Desember 2020

Roller Coaster Emosi di Masa Pandemi

Sudah hampir setahun, pandemi masih belum selesai juga. Banyak yang berubah gara-gara pandemi COVID-19. Ritme kerja berubah, cara komunikasi berubah, frekuensi pulang kampung pun berubah. Satu lagi: emosi. Selama pandemi ini emosiku benar-benar seperti roller coaster. Biasanya emosiku juga naik turun, sih. Namun, di masa pandemi ini naik turunnya emosiku lebih parah.
 

Rabu, 30 Desember 2020

Anime yang Kutonton di Tahun 2019

Aku sudah pernah membuat tulisan beberapa drama Jepang dan drama Korea yang kutonton di tahun 2017. Bagaimana kalau sekarang aku membahas anime yang kutonton tahun 2019 lalu? Siapa tahu ada yang suka anime yang sama atau ada yang berniat menonton anime. Kok tontonan melulu yang dibahas di blog? Karena itu yang gampang dibahas, hehehe. Ngomong-ngomong tulisan ini sudah mengendap lama di draft sejak awal tahun. Tahun 2020 sudah hampir berakhir. Basiii! Tak apalah.

Selasa, 09 Juni 2020

Mencari Sebuah Jawaban

Sekitar sebulan lalu, entah kenapa aku merasa penasaran dengan satu kata yang sudah beberapa kali kudengar, yaitu umchina. Aku mendengar istilah itu karena Lee Seung Gi sering dipanggil umchina. Selama ini aku tidak penasaran dengan artinya. Seung Gi sendiri sering juga disebut "Nation's Little Brother" jadi otakku berasumsi bahwa arti umchina adalah nation's little brother. Sampai akhirnya bulan lalu aku merasakan kejanggalan pada asumsiku itu. Little brother atau adik laki-laki kan bahasa Koreanya 남동생 (namdongsaeng). Kenapa jadi umchina?

Minggu, 07 Juni 2020

Mama!

Sudah beberapa tahun terakhir aku mencoba berdamai dengan kenyataan bahwa aku tua. Salah satunya adalah dengan tidak protes ketika ada yang menyapaku dengan panggilan "Ibu". Dulu, aku ngotot minta dipanggil "Mbak" atau "Kakak" oleh anak dari rekan kerjaku. Tidak mau dipanggil "Tante". Sekarang? Tahu dirilah. Memang sudah kepala tiga, wajar dipanggil "Tante" atau "Ibu".

Selasa, 31 Maret 2020

Kerja Dari Kasur, Eh, Rumah

Sudah dua minggu, terhitung sejak tanggal 17 Maret lalu, aku menjalani KDR (kerja dari rumah) atau WFH (work from home). Lebih tepatnya sih KDK (kerja dari kasur) alias kerja sambil rebahan. Namanya juga anak kos dengan luas area kamar minimalis.

Jumat, 03 Januari 2020

Drama Jepang Genre Misteri Favoritku


Sudah lama sekali aku ingin menulis tentang drama-drama Jepang kesukaanku yang bergenre misteri, detektif, polisi, dan sebagainya. Kesukaanku pada drama Jepang genre tersebut dimulai sejak tamatnya The Mentalist. Iseng mencoba menonton Galileo, eh ternyata menarik. Akhirnya tergoda menonton drama Jepang lainnya. Yang akan kuceritakan kali ini adalah beberapa drama Jepang dengan tema yang menarik sampai membuatku susah move on.

Senin, 09 Desember 2019

Akhirnya Ikut JLPT

Tanggal 1 Desember kemarin aku mengikuti tes JLPT (Japanese Language Proficiency Test) N5. Aku mendaftar bulan Agustus yang lalu. Sebelum-sebelumnya aku baru ingat untuk mengunjungi situs web jlptonline.or.id setelah pendaftaran ditutup. Untungnya bulan Agustus lalu aku mengakses situs tersebut saat pendaftaran masih dibuka. Eh, atau jangan-jangan waktu itu aku sudah mengingat-ingat untuk mengakses situs tersebut di bulan Agustus? Entah. Lupa. Yang jelas, aku masih sempat mendaftar. Awal November aku mendapat daftar lokasi ujian. Aku mendapat tempat ujian di SMAN 81.

Sabtu, 30 November 2019

Warna-Warni Novemberku

Hahaha. Nyaris sebulan berlalu tanpa tulisan. LAGI. Padahal aku sudah sempat memikirkan beberapa topik tulisan sok pintar, sok bijak, dan sok dewasa. Emang nggak boleh sok-sokan kali, ye... Jadi nggak nulis-nulis.

Bulan apa ini? Masih November, kok. Hehehe. Masih bisa mengejar target satu bulan satu tulisan. Ada apa di bulan November? Buanyaaaaak! Sini-sini... Baca ceritanya.

Rabu, 30 Oktober 2019

Cuma Bisa Menulis Curhat

Lagi-lagi aku tidak menulis di blog sampai nyaris sebulan. Dua hari lagi sudah masuk bulan November dan tulisan di bulan Oktober belum ada. Lho, memangnya kenapa kalau tidak ada tulisan di bulan Oktober? Buat apa memaksakan membuat tulisan rutin setiap bulan kalau tidak bermutu? Lebih baik dibiarkan tidak ada tulisan. Hmm.... Entah kenapa aku merasa tidak nyaman kalau melihat tidak ada post sama sekali dalam satu bulan. Mungkin karena aku merasa blog ini seperti terabaikan. Mungkin juga aku takut kebablasan tidak membuat tulisan sampai berbulan-bulan. Mungkin. Lagipula, kalau soal mutu, tulisan di blog ini kan memang biasanya kurang bermutu. Jadi, kalau memegang prinsip lebih baik dibiarkan tidak ada tulisan daripada mengunggah tulisan yang tidak bermutu, bisa-bisa blog ini kosong tanpa tulisan satupun.

Senin, 30 September 2019

Belajar Bahasa Inggris dari Sherlock (7): Study in Pink

Kembali lagi dengan Belajar Bahasa Inggris dari Sherlock. Post terakhir sudah lebih dari setahun yang lalu. Kali ini aku akan membahas episode pertama dari musim pertama, yaitu Study in Pink. Berhubung aku sedang malas, maksudnya lebih malas dari biasanya yang memang malas, aku hanya menuliskan sebagian kata-kata, istilah, dan idiom dari episode ini. Mungkin nanti akan ada bagian dua yang membahas lanjutannya. Kalo nggak males.

Senin, 26 Agustus 2019

Wanseponetaim in Setu Babakan

Aku sudah lama sekali ingin ke Setu Babakan. Dulu, sebelum penempatan, kawanku sempat mengajak ke Setu Babakan, tetapi rencana jalan-jalan ke sana tidak pernah terwujud. Dan sepuluh tahun kemudian, terwujud juga keinginanku ke sana. Bukan dengan temanku melainkan dengan adikku.

Kamis, 15 Agustus 2019

Yang Mengejutkan tentang Fandom

Sudah dua tahun lebih aku tercebur ke fandom Arashi. Sebenarnya aku tidak menyangka akan bertahan selama ini. Biasanya aku hanya suka pada satu artis tidak sampai satu tahun. Ini kok bisa sampai dua tahun? Mungkin karena Arashi-nya sendiri rutin muncul di televisi di acara variety show mereka setiap pekan, jadi aku juga rutin menonton mereka (lewat unduhan ilegal, sayangnya). Karena rutin menonton, aku pun jadi betah menonton mereka dan betah di fandom juga. Meskipun akhir-akhir ini sudah tidak terlalu gandrung pada Arashi, aku tetap suka menonton variety show-nya. Lucu, sih.

Saat Dia Menyerang

Where are you when diarrhea strike? Meme dengan kalimat ini sempat populer beberapa tahun lalu. Nggak tahu? Oke. Mungkin cuma aku yang tahu karena sering buang-buang waktu ngepoin 9gag. Gara-gara diare selama tiga hari, aku jadi ingat aku pernah ingin menulis tentang pengalaman diare ini. Shitty post. Shitposting. It's a pun! Please laugh!