Tidak terasa bulan Mei terlewati tanpa satu tulisan pun di blog ini. Bulan Juni sudah hampir berakhir pun masih belum ada yang kutuliskan di sini. Kenapa? Sibuk. Pekerjaan di kantor menumpuk. Hehehe, itu semua hanya dusta. Pekerjaanku tidak menumpuk, kok. Hanya sering membuatku bingung. Sepertinya bulan Ramadan juga turut andil dalam membuatku tidak menulis. Sibuk ibadah? Nggak juga. Aku cuma sibuk memilih-milih menu berbuka dan memikirkan menu makan sahur. Kesibukan lain? Buanyaaak! Menonton drama, menonton anime, menonton variety show, dan masih banyak jadwal menonton yang lain.
Setiap hari baru, selalu ada harapan baru. Setiap hari baru, selalu ada pengalaman baru. Bila hidup adalah perjalanan, nikmatilah pemandangan yang ada di sekitarmu. Fokus pada tujuan perjalanan memang penting. Tapi, MENIKMATI PERJALANAN juga tak kalah penting. Enjoy your life, Dude!
Kamis, 28 Juni 2018
Kamis, 26 April 2018
Ngulik Lirik Lagu "When I Saw You" (Hwayugi)
Sudah lama tidak membuat tulisan ngulik lirik lagu Korea. Tulisan ngulik lirik lagu Geu Namja malah belum kuselesaikan dan aku sudah tidak berminat melanjutkannya. Kali ini aku tergoda mengulik lirik lagu When I Saw You, lagu temanya A Korean Odyssey alias Hwayugi. Maklum, dramanya lumayan sudah membuatku sulit beranjak alias move on.
Selasa, 24 April 2018
Biasa Jadi Konsumen, Terpaksa Melayani Konsumen
Aku termasuk konsumen yang gemar komplain. Sinyal provider jelek? Langsung mention aku twitter-nya. Provider merah termasuk cepat menanggapi keluhan konsumen. Bus Transjakarta tidak kunjung datang? Mention akun twitter-nya. Yah, meskipun selalu diabaikan. Barang yang kubeli secara daring tidak kunjung datang, langsung kucecar penjualnya lewat whatsapp.
Selasa, 10 April 2018
Menghindari Takdir
Pagi tadi aku naik gojek karena ingin cepat sampai ke kantor. Malas rasanya menunggu busway. Biasanya lebih cepat sampai kalau naik gojek. Namun, jalanan Jakarta sungguh tidak bisa ditebak. Biasanya macet hanya di sekitar perempatan Matraman tetapi hari ini macetnya sampai sebelum aku sampai halte Tegalan. Perjalanan ke kantor pun ditempuh hampir 45 menit. Naik gojek dengan tujuan menghindari terlalu lama di perjalanan, malah akhirnya justru terlalu lama di jalan, sama seperti kalau naik busway.
Jumat, 30 Maret 2018
Jakarta yang Selalu Terburu-buru
Sejak dulu aku selalu menganggap kalau bekerja di Jakarta itu melelahkan. Dan setelah menjalaninya, jauh lebih melelahkan dari yang kubayangkan. Bukan pekerjaanku yang melelahkan melainkan perjalanan pergi dan pulang. Lelah melihat jalanan yang semrawut. Meskipun aku termasuk orang yang tahan melihat kondisi kamar kos dan meja kantor yang acak sempurna, aku tidak tahan melihat kondisi jalanan yang super acak. Pengendara sepeda motor yang sebentar mengambil jalur kanan, tidak lama kemudian menyelip di antara dua mobil, lalu mengambil jalur kiri ... aku tidak tahan melihatnya. Apalagi kalau yang melakukannya adalah tukang ojek yang memboncengkanku. Coba ya ... sewaktu macet kendaraan berbaris rapi, motor di kiri, mobil di kanan, tidak ada yang saling menyalip. Mimpi! Bisa-bisa aku dihujat para pengendara motor kalau menyampaikan keinginanku itu. Mereka memilih sepeda motor karena kendaraannya kecil dan bisa dibawa menyelip di antara kendaraan besar sehingga lebih cepat sampai, bukan untuk antre di jalanan.
Sabtu, 24 Maret 2018
Bukan Obat Nyamuk
Tadi aku ke minimarket retail A dekat kos. Saat sedang memilih-milih belanjaan, aku mendengar obrolan para pegawainya.
Kasir perempuan ke kasir laki-laki: Ngerokok mulu lo! Vape, dong! Vape!
Staf laki-laki: Jangan! *lalu mengambil obat nyamuk aerosol merek Vape* Sayang! *menyebutkan harga obat nyamuk itu*
Tawaku langsung pecah. Lelucon seperti itu biasanya garing. Namun, kalau didengar pada momen yang tak terduga bisa jadi luar biasa lucu. Atau memang selera humorku yang terlalu receh, sampai hal seperti itu itu pun membuatku tertawa?
Selasa, 27 Februari 2018
Random Tentang Ojek, Jalanan Jakarta, dan Religiositas
Salah satu hal yang tidak menyenangkan dari Jakarta adalah jalanannya. Ramai. Mengerikan. Terutama para pengendara motornya. Setidaknya itu yang kurasakan.
Jumat, 23 Februari 2018
Belajar Bahasa Inggris dari Sherlock (6): The Six Thatchers
Sudah lama sekali aku tidak membuat post Belajar Bahasa Inggris dari Sherlock. Sekarang sensasinya sudah berbeda. Entah karena tidak ada idiom yang unik dalam dialognya atau aku yang sudah tidak terlalu tertarik. Namun, karena sudah sempat kubuat sebagian, kulanjutkan saja. Kali ini aku akan membahas kata-kata yang kucatat dari episode The Six Thatchers.
Kamis, 15 Februari 2018
I'm Moving On
Pindaaah
Tanggal 1 Februari malam lalu aku berangkat ke Banda Aceh, meninggalkan Aceh Barat Daya. Awalnya kupikir aku tidak akan terlalu sedih saat berangkat. Sewaktu perpisahan dengan orang-orang kantor siang harinya pun aku tidak merasa sedih. Toh, tidak akan ada yang merindukanku karena selama ini aku percaya kehadiranku tidak menggenapkan dan kepergianku pun tidak mengganjilkan. Rupanya di perjalanan Blangpidie-Banda Aceh aku mewek juga. Setelah kupikir-pikir, wajar juga aku menangis. Blangpidie sudah jadi tempat tinggalku selama lima tahun lebih (5 Mei 2009 - 22 Agustus 2014) plus nyaris dua tahun (7 Maret 2016 - 1 Februari 2018). Meskipun banyak kenangan tak menyenangkan di sana, tetap saja kota itu pernah jadi rumahku.
Minggu, 11 Februari 2018
Menggelandang di Banda Aceh (Edisi Farewell)
Jumat, 2 Februari yang lalu aku kembali menggelandang di Banda Aceh. Sendirian? Iya, dong! Memangnya mau minta ditemani siapa? Kawanku semuanya ngantor. Aku sudah berencana jalan-jalan di Banda Aceh sejak bulan Desember. Mumpung masih di Aceh. Sayangnya rencanaku gagal terus dan baru bisa terlaksana di bulan Februari, sehari sebelum aku kabur ke Pulau Jawa.
Kamis, 25 Januari 2018
Senin, 22 Januari 2018
Drama yang Kutonton di 2017 (2)
Aku sudah menceritakan sebagian drama Jepang yang kutonton di tahun 2017. Kali ini aku ingin menceritakan drama-drama Korea yang kutonton. Kerjaan lo nonton mulu, Milo? Iye. Kerjaan utama gue nonton nggak penting sama main medsos. Puas lo?
Senin, 01 Januari 2018
Drama yang Kutonton di 2017
Tahun 2017 sudah berakhir. Ingin menulis ringkasan berbagai pengalamanku di tahun 2017 tapi sepertinya terlalu banyak hal yang tidak menyenangkan. Bagaimana kalau aku menulis tentang drama-drama Jepang yang kutonton selama 2017 saja?
Jumat, 29 Desember 2017
Ramalan, Percaya Tidak Percaya
Aku pernah membahas tentang kepribadianku berdasarkan golongan darahku. Beberapa minggu lalu beberapa orang di linimasa Twitter membahas tentang doubutsu uranai, semacam ramalan kepribadian berdasarkan tanggal lahir. Jadi, dari tanggal, bulan, dan tahun lahir, orang-orang dikelompokkan ke beberapa kelompok hewan. Pokoknya begitulah. Aku jadi ingat kalau dulu aku juga pernah iseng mencoba mencari tahu kepribadianku berdasarkan doubutsu uranai dan hasilnya aku masuk kelompok Black Panther.
Jumat, 24 November 2017
Semua Demi Mumon
Beberapa minggu lalu aku iri melihat orang-orang yang pamer di Twitter bahwa mereka sudah menonton film Mumon: The Land of Stealth (Shinobi no Kuni). Kemudian, tanggal 30 Oktober lalu, salah satu akun Twitter yang kuikuti membagikan tweet CGV yang menanyakan kota mana saja yang menantikan film Mumon. Aku pun langsung menjawab: Medan please! Saat itu aku hanya berpikir bahwa Medan adalah kota terdekat dari sini yang ada CGV-nya. Tidak mungkin, kan, aku ke Jakarta demi menonton Mumon? Aku lupa kalau sedekat-dekatnya Blangpidie-Medan, aku tetap harus menempuh perjalanan darat minimal dua belas jam dengan medan yang mendaki gunung lewati lembah. Parahnya perjalanan ke Medan sudah membuatku bertekad setelah kembali Blangpidie tahun lalu, aku tidak mau ke Medan lewat jalan darat lagi.
Senin, 02 Oktober 2017
Keluhan Apel Busuk
Tanggal 26 lalu aku galau lagi. Cuma gara-gara harus ke lapangan untuk task force. Bagi orang lain itu hal sepele. Namun, bagiku itu membuatku tertekan. Beberapa bulan terakhir aku makin malas bertemu dan berbicara dengan orang asing terutama untuk mencacah. Kalau bicara basa-basi sih masih bisa. Kalau harus bertemu responden bisa sampai seminggu galau memikirkannya. Dan minggu lalu sepertinya rasa tertekan itu ditambah dengan PMS. Rasanya ingin teriak sekerasnya. Akhirnya aku memutuskan tidak masuk selama tiga hari. Menyendiri di kamar, menenggelamkan diri dalam acara Arashi dan marathon nonton Falsify. Diselingi mewek saat teringat pekerjaan. Gitu doang kok nangis, mungkin begitu pikir orang. Sapa juga yang pengen nangis. Nggak ada untungnya juga. Rasa bingung dan galau itu datang tanpa diundang.
Rabu, 20 September 2017
Tentang Teman yang Mendadak Budek Saat Ujian
Pernah melihat meme tentang "teman yang mendadak budek saat ujian"? Sering? Atau malah termasuk yang membuat meme seperti itu?
Jumat, 08 September 2017
Plagiat Bukan?
Beberapa bulan lalu ada yang menanyakan padaku tulisan di blog seseorang yang menurutnya mirip dengan tulisannya. Apakah itu termasuk plagiat atau minimal terinspirasi? Lebih kurang begitu pertanyaannya. Lumayan membuat galau. Kenapa? Mungkin alasan pertama karena aku lebih ahli mencari perbedaan dibanding mencari persamaan atau kemiripan. Buktinya, salah satu permainan favoritku adalah "carilah lima perbedaan dari dua gambar berikut". Padahal, kalau menilai suatu karya termasuk plagiat atau bukan, aku harus mencari kemiripannya, kan? Alasan kedua: aku tidak punya ilmunya. Sepertinya alasan ini lebih normal dibandingkan alasan pertama. Meskipun aku sering bersikap sok tahu dan beropini tanpa ilmu yang cukup, ada kalanya aku tidak berani menjawab pertanyaan kalau benar-benar tidak punya dasar ilmunya. Salah satunya pertanyaan tentang plagiat tadi. Aku kan cuma tukang curhat di blog .... Tulisan di blog biasanya ditulis dengan bahasa khas masing-masing blogger. Jadi, kalaupun ada kemiripan, cara penyampaiannya biasanya berbeda. Bagaimana menilai plagiarismenya? Entah. Aku tidak tahu. Kalau tulisannya sama persis seperti tulisan seseorang yang inisialnya mirip dengan Akademi Fantasi Indosiar itu sih mudah menuduh plagiat, ya, karena hampir 100% persis.
Minggu, 27 Agustus 2017
Ngulik Lirik Lagu Daremo Shiranai
Sudah lama tidak membuat tulisan ngulik lirik lagu. Kali ini
aku ingin mengulik lirik lagu Daremo Shiranai yang dinyanyikan Arashi. Lagu ini
merupakan lagu mereka yang pertama kali mengena di hatiku karena liriknya yang
dalam. Sebenarnya sudah banyak yang menerjemahkan liriknya ke dalam Bahasa
Inggris, contohnya yarukizero.livejournal.com. Namun, aku masih tetap tergoda
membahasnya.
Selasa, 15 Agustus 2017
'Korban' Gimmick
Salah satu hal yang berbahaya bagi orang yang suka belanja adalah gimmick. Dan aku termasuk salah satu orang yang mudah tergoda gimmick. Bukan. Bukan gimmick yang dilakukan artis-artis untuk mendapatkan perhatian masyarakat seperti pura-pura pacaran dan sebagainya. Gimmick yang kumaksud di sini adalah gimmick dalam pemasaran (marketing). Kalau kata wikipedia, gimmick adalah perangkat atau ide baru yang dirancang untuk menarik perhatian atau meningkatkan daya tarik, seringkali dengan sedikit nilai intrinsik. Paham? Aku sendiri kurang paham dengan definisi tersebut. Namun, kalau melihat bentuk-bentuk gimmick yang disebutkan di artikel Om Wiki, aku jadi agak paham apa itu gimmick. Bentuk gimmick antara lain: fitur khusus (misalnya sikat gigi yang berubah warna kalau sudah waktunya diganti), kemasan yang baru (maksudnya berbeda dengan kemasan yang beredar sebelumnya, misalnya wadah yang dapat dipakai ulang untuk tempat penyimpanan barang lain), hadiah tambahan (misalnya hadiah mainan untuk pembelian paket makanan tertentu), dan promosi tak terduga.
Langganan:
Postingan (Atom)