Salah satu hal yang tidak menyenangkan dari Jakarta adalah jalanannya. Ramai. Mengerikan. Terutama para pengendara motornya. Setidaknya itu yang kurasakan.
Setiap hari baru, selalu ada harapan baru. Setiap hari baru, selalu ada pengalaman baru. Bila hidup adalah perjalanan, nikmatilah pemandangan yang ada di sekitarmu. Fokus pada tujuan perjalanan memang penting. Tapi, MENIKMATI PERJALANAN juga tak kalah penting. Enjoy your life, Dude!
Selasa, 27 Februari 2018
Jumat, 23 Februari 2018
Belajar Bahasa Inggris dari Sherlock (6): The Six Thatchers
Sudah lama sekali aku tidak membuat post Belajar Bahasa Inggris dari Sherlock. Sekarang sensasinya sudah berbeda. Entah karena tidak ada idiom yang unik dalam dialognya atau aku yang sudah tidak terlalu tertarik. Namun, karena sudah sempat kubuat sebagian, kulanjutkan saja. Kali ini aku akan membahas kata-kata yang kucatat dari episode The Six Thatchers.
Kamis, 15 Februari 2018
I'm Moving On
Pindaaah
Tanggal 1 Februari malam lalu aku berangkat ke Banda Aceh, meninggalkan Aceh Barat Daya. Awalnya kupikir aku tidak akan terlalu sedih saat berangkat. Sewaktu perpisahan dengan orang-orang kantor siang harinya pun aku tidak merasa sedih. Toh, tidak akan ada yang merindukanku karena selama ini aku percaya kehadiranku tidak menggenapkan dan kepergianku pun tidak mengganjilkan. Rupanya di perjalanan Blangpidie-Banda Aceh aku mewek juga. Setelah kupikir-pikir, wajar juga aku menangis. Blangpidie sudah jadi tempat tinggalku selama lima tahun lebih (5 Mei 2009 - 22 Agustus 2014) plus nyaris dua tahun (7 Maret 2016 - 1 Februari 2018). Meskipun banyak kenangan tak menyenangkan di sana, tetap saja kota itu pernah jadi rumahku.
Minggu, 11 Februari 2018
Menggelandang di Banda Aceh (Edisi Farewell)
Jumat, 2 Februari yang lalu aku kembali menggelandang di Banda Aceh. Sendirian? Iya, dong! Memangnya mau minta ditemani siapa? Kawanku semuanya ngantor. Aku sudah berencana jalan-jalan di Banda Aceh sejak bulan Desember. Mumpung masih di Aceh. Sayangnya rencanaku gagal terus dan baru bisa terlaksana di bulan Februari, sehari sebelum aku kabur ke Pulau Jawa.
Kamis, 25 Januari 2018
Senin, 22 Januari 2018
Drama yang Kutonton di 2017 (2)
Aku sudah menceritakan sebagian drama Jepang yang kutonton di tahun 2017. Kali ini aku ingin menceritakan drama-drama Korea yang kutonton. Kerjaan lo nonton mulu, Milo? Iye. Kerjaan utama gue nonton nggak penting sama main medsos. Puas lo?
Senin, 01 Januari 2018
Drama yang Kutonton di 2017
Tahun 2017 sudah berakhir. Ingin menulis ringkasan berbagai pengalamanku di tahun 2017 tapi sepertinya terlalu banyak hal yang tidak menyenangkan. Bagaimana kalau aku menulis tentang drama-drama Jepang yang kutonton selama 2017 saja?
Jumat, 29 Desember 2017
Ramalan, Percaya Tidak Percaya
Aku pernah membahas tentang kepribadianku berdasarkan golongan darahku. Beberapa minggu lalu beberapa orang di linimasa Twitter membahas tentang doubutsu uranai, semacam ramalan kepribadian berdasarkan tanggal lahir. Jadi, dari tanggal, bulan, dan tahun lahir, orang-orang dikelompokkan ke beberapa kelompok hewan. Pokoknya begitulah. Aku jadi ingat kalau dulu aku juga pernah iseng mencoba mencari tahu kepribadianku berdasarkan doubutsu uranai dan hasilnya aku masuk kelompok Black Panther.
Jumat, 24 November 2017
Semua Demi Mumon
Beberapa minggu lalu aku iri melihat orang-orang yang pamer di Twitter bahwa mereka sudah menonton film Mumon: The Land of Stealth (Shinobi no Kuni). Kemudian, tanggal 30 Oktober lalu, salah satu akun Twitter yang kuikuti membagikan tweet CGV yang menanyakan kota mana saja yang menantikan film Mumon. Aku pun langsung menjawab: Medan please! Saat itu aku hanya berpikir bahwa Medan adalah kota terdekat dari sini yang ada CGV-nya. Tidak mungkin, kan, aku ke Jakarta demi menonton Mumon? Aku lupa kalau sedekat-dekatnya Blangpidie-Medan, aku tetap harus menempuh perjalanan darat minimal dua belas jam dengan medan yang mendaki gunung lewati lembah. Parahnya perjalanan ke Medan sudah membuatku bertekad setelah kembali Blangpidie tahun lalu, aku tidak mau ke Medan lewat jalan darat lagi.
Senin, 02 Oktober 2017
Keluhan Apel Busuk
Tanggal 26 lalu aku galau lagi. Cuma gara-gara harus ke lapangan untuk task force. Bagi orang lain itu hal sepele. Namun, bagiku itu membuatku tertekan. Beberapa bulan terakhir aku makin malas bertemu dan berbicara dengan orang asing terutama untuk mencacah. Kalau bicara basa-basi sih masih bisa. Kalau harus bertemu responden bisa sampai seminggu galau memikirkannya. Dan minggu lalu sepertinya rasa tertekan itu ditambah dengan PMS. Rasanya ingin teriak sekerasnya. Akhirnya aku memutuskan tidak masuk selama tiga hari. Menyendiri di kamar, menenggelamkan diri dalam acara Arashi dan marathon nonton Falsify. Diselingi mewek saat teringat pekerjaan. Gitu doang kok nangis, mungkin begitu pikir orang. Sapa juga yang pengen nangis. Nggak ada untungnya juga. Rasa bingung dan galau itu datang tanpa diundang.
Rabu, 20 September 2017
Tentang Teman yang Mendadak Budek Saat Ujian
Pernah melihat meme tentang "teman yang mendadak budek saat ujian"? Sering? Atau malah termasuk yang membuat meme seperti itu?
Jumat, 08 September 2017
Plagiat Bukan?
Beberapa bulan lalu ada yang menanyakan padaku tulisan di blog seseorang yang menurutnya mirip dengan tulisannya. Apakah itu termasuk plagiat atau minimal terinspirasi? Lebih kurang begitu pertanyaannya. Lumayan membuat galau. Kenapa? Mungkin alasan pertama karena aku lebih ahli mencari perbedaan dibanding mencari persamaan atau kemiripan. Buktinya, salah satu permainan favoritku adalah "carilah lima perbedaan dari dua gambar berikut". Padahal, kalau menilai suatu karya termasuk plagiat atau bukan, aku harus mencari kemiripannya, kan? Alasan kedua: aku tidak punya ilmunya. Sepertinya alasan ini lebih normal dibandingkan alasan pertama. Meskipun aku sering bersikap sok tahu dan beropini tanpa ilmu yang cukup, ada kalanya aku tidak berani menjawab pertanyaan kalau benar-benar tidak punya dasar ilmunya. Salah satunya pertanyaan tentang plagiat tadi. Aku kan cuma tukang curhat di blog .... Tulisan di blog biasanya ditulis dengan bahasa khas masing-masing blogger. Jadi, kalaupun ada kemiripan, cara penyampaiannya biasanya berbeda. Bagaimana menilai plagiarismenya? Entah. Aku tidak tahu. Kalau tulisannya sama persis seperti tulisan seseorang yang inisialnya mirip dengan Akademi Fantasi Indosiar itu sih mudah menuduh plagiat, ya, karena hampir 100% persis.
Minggu, 27 Agustus 2017
Ngulik Lirik Lagu Daremo Shiranai
Sudah lama tidak membuat tulisan ngulik lirik lagu. Kali ini
aku ingin mengulik lirik lagu Daremo Shiranai yang dinyanyikan Arashi. Lagu ini
merupakan lagu mereka yang pertama kali mengena di hatiku karena liriknya yang
dalam. Sebenarnya sudah banyak yang menerjemahkan liriknya ke dalam Bahasa
Inggris, contohnya yarukizero.livejournal.com. Namun, aku masih tetap tergoda
membahasnya.
Selasa, 15 Agustus 2017
'Korban' Gimmick
Salah satu hal yang berbahaya bagi orang yang suka belanja adalah gimmick. Dan aku termasuk salah satu orang yang mudah tergoda gimmick. Bukan. Bukan gimmick yang dilakukan artis-artis untuk mendapatkan perhatian masyarakat seperti pura-pura pacaran dan sebagainya. Gimmick yang kumaksud di sini adalah gimmick dalam pemasaran (marketing). Kalau kata wikipedia, gimmick adalah perangkat atau ide baru yang dirancang untuk menarik perhatian atau meningkatkan daya tarik, seringkali dengan sedikit nilai intrinsik. Paham? Aku sendiri kurang paham dengan definisi tersebut. Namun, kalau melihat bentuk-bentuk gimmick yang disebutkan di artikel Om Wiki, aku jadi agak paham apa itu gimmick. Bentuk gimmick antara lain: fitur khusus (misalnya sikat gigi yang berubah warna kalau sudah waktunya diganti), kemasan yang baru (maksudnya berbeda dengan kemasan yang beredar sebelumnya, misalnya wadah yang dapat dipakai ulang untuk tempat penyimpanan barang lain), hadiah tambahan (misalnya hadiah mainan untuk pembelian paket makanan tertentu), dan promosi tak terduga.
Selasa, 01 Agustus 2017
Ternyata Mirip!
Salah satu dampak terlalu sering menonton drama Jepang dan Korea adalah jadi akrab dengan kosakata Bahasa Jepang dan Korea. Memang masih tidak paham artinya, sih, tetapi mendengar orang bicara dalam kedua bahasa tersebut sudah tidak terasa aneh lagi.
Selain tidak merasa asing lagi, aku juga jadi sering membandingkan kosakata kedua bahasa tersebut. Ada beberapa kata yang mirip. Aku lupa kata mana yang pertama kali memancing keisenganku untuk mengecek kata-kata yang mirip dari Bahasa Jepang dan Korea, entah kata yakusoku atau kazoku. Antara dua kata itu, lah. Aku sudah sering mendengar kata yaksok di drama Korea. Setelah mendengar lagu Jepang berjudul Himawari no Yakusoku entah kenapa aku jadi teringat kata yaksok dalam Bahasa Korea. Dan ternyata artinya sama, yaitu janji. Saat mendengar kata kazoku dalam Bahasa Jepang aku juga teringat kata gajok dalam Bahasa Korea. Keduanya memiliki arti yang sama, yaitu keluarga. Semakin sering menonton tayangan dua negara tersebut, semakin banyak kata-kata yang kedengarannya mirip bagiku. Kalau sedang kumat isengnya, aku mengecek di kamus atau Google Translate dan mencatatnya. Setelah meng-install aplikasi Google Translate di ponsel, kegiatan tidak penting itu semakin terfasilitasi. Tinggal ketik kata dalam Bahasa Jepang lalu diterjemahkan ke Bahasa Korea. *Lama-lama post ini mirip iklan terselubung Google Translate, padahal mah dia nggak butuh diiklanin*
Selain tidak merasa asing lagi, aku juga jadi sering membandingkan kosakata kedua bahasa tersebut. Ada beberapa kata yang mirip. Aku lupa kata mana yang pertama kali memancing keisenganku untuk mengecek kata-kata yang mirip dari Bahasa Jepang dan Korea, entah kata yakusoku atau kazoku. Antara dua kata itu, lah. Aku sudah sering mendengar kata yaksok di drama Korea. Setelah mendengar lagu Jepang berjudul Himawari no Yakusoku entah kenapa aku jadi teringat kata yaksok dalam Bahasa Korea. Dan ternyata artinya sama, yaitu janji. Saat mendengar kata kazoku dalam Bahasa Jepang aku juga teringat kata gajok dalam Bahasa Korea. Keduanya memiliki arti yang sama, yaitu keluarga. Semakin sering menonton tayangan dua negara tersebut, semakin banyak kata-kata yang kedengarannya mirip bagiku. Kalau sedang kumat isengnya, aku mengecek di kamus atau Google Translate dan mencatatnya. Setelah meng-install aplikasi Google Translate di ponsel, kegiatan tidak penting itu semakin terfasilitasi. Tinggal ketik kata dalam Bahasa Jepang lalu diterjemahkan ke Bahasa Korea. *Lama-lama post ini mirip iklan terselubung Google Translate, padahal mah dia nggak butuh diiklanin*
Minggu, 23 Juli 2017
Tentang Reach Out
Ada yang curhat di salah satu forum, tentang kesepian. Dia tidak nyaman berkumpul dengan teman-temannya tetapi kesepian saat sendirian. Apa komentar orang-orang? "Kamu harus membuka diri," kata mereka. Mereka juga bilang, "Kamu yang harus berubah. Tuhan tidak akan mengubah suatu kaum sampai kaum itu mengubah dirinya sendiri."
Rabu, 12 Juli 2017
Komentar Lebaran
Lebaran harusnya jadi momen yang menyenangkan. Namun, kadang ada hal yang membuat lebaran jadi momen yang menyebalkan. Salah satunya adalah hal yang sudah kita ketahui bersama: komentar dan pertanyaan yang seharusnya tidak perlu diucapkan. Contohnya? Apa lagi kalau bukan soal pasangan dan berat badan?
Ingin Dimengerti
Ngapain, sih, pulang cepet-cepet? Nggak ada yang nungguin juga di rumah.
Para lajang sepertinya sering mendapat komentar seperti itu. Untuk apa cepat-cepat pulang padahal tidak ada yang menunggu? Ya istirahat lah. Kalau ada yang bilang, "Emang ada apa di rumah, cepet banget pulangnya?" jawabnya tentu saja "ADA KASUR!" Ada kalanya kasur di rumah/kos lebih menggiurkan dibanding internet di kantor.
Selasa, 06 Juni 2017
Kata-kataku Kembali Padaku
Beberapa minggu belakangan ini, aku membaca ulang tulisan di blog ini. Dan banyak sekali tulisan yang 'kembali' padaku. Aku membaca tulisanku tentang Gufi yang selalu memandang baik terhadap segala sesuatu. Meskipun semua yang dia kerjakan gagal dan berantakan di mata orang lain, di matanya dia cuma melihat sisi baik dari kegagalan itu. Saat aku sedang galau-galaunya karena berpikir semua yang kusentuh akan hancur berantakan, aku membaca cerita tentang Gufi itu. Dan sayangnya aku belum bisa berpikir positif seperti Gufi. Cih, lo nulis soal positive thinking tapi lo malah negative thinking mulu. Yah, memang bukan hal mudah, sih, melihat sisi baik dari segala sesuatu. Every cloud has silver lining. But, who the hell will really pay attention to find the silver lining? Halah, kenapa pikiranku jadi makin negatif begini?
Kamis, 04 Mei 2017
Super Random di Bulan Mei
Tak terasa sudah lebih dari sebulan menelantarkan blog ini. Selama bulan Maret sampai menjelang akhir April aku tidak membuat post apapun. Berarti sudah lebih dari sebulan juga tidak blogwalking? Sepertinya begitu. Biasanya setiap menyalakan laptop dan menemukan jaringan internet, aku langsung membuka Facebook dan dashboard Blogger. Sekarang ... lebih sering membuka IDWS, Livejournal (LJ), dan Twitter, terutama di akun fangirling. Sebagai seorang sufi, suka film dan suka tifi (maksa!), IDWS adalah tempat berburu tontonan andalanku. Livejournal? Itu untuk memenuhi kebutuhan fangirling karena video acara variety show Arashi lebih banyak dibagikan di sana. Livejournal juga kubutuhkan untuk memenuhi kebutuhan menonton secara manusiawi karena banyak subber dorama tau film Jepang yang membagikan subtitle mereka di sana. Sebenarnya aku sudah tidak ingin membuat akun di media sosial manapun lagi. Namun, demi bisa menonton dengan khusyuk aku terpaksa membuat akun di LJ. Dan akhirnya malah lebih rajin mengecek friends feed di LJ dibanding membuka daftar bacaan di Blogger. Dan sekarang orang-orang di LJ bedol desa ke Dreamwidth. Terpaksa membuat akun baru lagi di sana. Huft.
Langganan:
Postingan (Atom)